Puisi Kemerdekaan Republik Indonesia 73
puisi kemerdekaan Republik Indonesia - intippagi.com

Intip Pagi, Puisi Kemerdekaan Republik Indonesia 73 – Semarak Indonesia merdeka sudah banyak bergema diseluruh pelosok .

Untuk menambah kemeriahan kemerdekaan republik Indonesia yang ke 73, Intip Pagi menghadirkan 15 karya puisi anak bangsa yang telah diikutsertakan dalam lomba cipta karya puisi tema kemerdekaan.

Puisi Kemerdekaan Republik Indonesia 73


Judul Puisi : Sekali merdeka tetap merdeka
Cipta : Cindy Febri Yanti

Merdeka!!!!

Merdeka!!!
Sorakan suara bangsa
Menyatakan luapan rasa
Rasa yg selama ini ditahan
Berjuta tahun lamanya

Saat penjajah menyerah
Saat proklamasi dikumandangkan
Saat berjuta mata melihat
Dan menyatakannn
Kita sudah merdekaa!!

Hal ini yang kami tunggu
Sisa perjuangan masih kami pertahankan
Pergilah kau penjajah!!
Sekali lagi kita sudah merdeka!!!

Jangan biarkan setetes darah tumpah
Karna kami masih bisa bertahan
Demi negri ku tercinta
Negriku indonesiaaa
Merah putih,merdekaaaa!!!!

---
Judul Puisi :Karena Jasamu
Cipta : YUDA JUNAEDI KURNIAWAN

Karna jasamu.....
Tanah ini bebas dari belenggu
Belenggu kuat dari para tamu
Rasa sakit semburat pilu
Seakan lenyap demi masa depan anak cucumu
 

Karna jasamu.....
Aku bisa bernafas lega
Bak menghirup udara surga
Mata lebar membuka
Menatap negeri sungguh elok rupa

Karna jasamu....
Tak cukup sejuta kata
Untuk ungkapkan jasamu pada negara
Kini aku hanya bisa apa?

Selain do'a juga teruskan cita-citamu saja

---

Judul Puisi :Karena Jasamu
Cipta : Windi Novrianti (JUARA PERTAMA)

Sejenak tenggelam dalam ingatan
Ingatan masa lalu yang kelam
Yang dulu penuh dengan perjuangan
Perjuangan pahlawankan selalu terkenang


Jika saja mereka tak berkorban
Mungkin kita akan terkorban
Terbunuh oleh pengrorong kedudukan
Penyusup dalam sendi sendi kehidupan
Kehidupan indonesia yang penuh kedamaian

Terimakasih pahlawanku
Pahlawan indonesiaku
Pelindung negeriku
Begitu besar kebaikanmu
begitu ikhlas pengorbananmu

Setiap ingat tentangmu
Perih rasa hati...
Karna diri tak pemberani
Tak seteguh dirimu
Tak sekuat asamu
Untuk mempertahankan negeri ini

Kami anak-anak bangsa
kami jantung negara
kan berjuang sepertimu
Dari segi apapun itu

Meski raga tersakiti sekalipun
Jiwakan selalu teguh
Teguh bertahan demi negeri ini
Demi dirimu yang telah mengorbankan diri..
demi masa depan negeri ini...

Bangkitlah Indonesiaku...
Ingat memori dulu
Berjuanglah selalu ..
Bersama kita bisa..

Tetap bertahan Indonesiaku
Bertahanlah kemerdekaan negeriku
Bersatulah...
Bergeraklah...

Bangkitlah Indonesiaku tercinta
---
Judul Puisi :Apakah Kita Memang Merdeka
Cipta : Arif Rahman


Aku akan membawa kalian
Yang membaca semua pesan ini
Untuk sadar dan mengerti
Sebab aku menulis dengan intuisi
Begitu jua sepenuh hati

Ini bukan main
Tapi ini adalah merdeka
Tidak hanya semata merdeka atau mati
Tapi hidup atau tidak sama sekali
Darah demi darah terbuang


Demi sebuah mitos tentang insting kepahlawanan
Aku membuat suatu khayalan
Agar kalian melihat tulisan
Mulai sadar dan merenung
---

Judul Puisi : JERITAN MASA LAMPAU TENTANG NEGERI TERCINTA TANAH AIR INDONESIA?
Cipta : Mela Tri Wahyuni
Ini kisah tentang negeriku

Kelamnya malam pada tiga abad lalu,
menjadi khayal yang masih terkenang di hati para bebuyutanku
Kala itu malam membawa keheningan yang membuat bayang-bayang kembali meronta,Seakan akan membangkitkan jiwa yang tak ingin patah, meski fisik dan pikiran tlah tertuangkan mnjadi berpadu
Namun para jawara pribumi tak kan berhenti sampai di situ
Tinggi semapai dengan wajah letih namun dengan diselimut raut yang mengemban amanah luar biasa

MERAH DARAHKU PUTIH TULANGKU
Isak tangis malam yang penuh kecaman akibat teror yng beriringan seperti ilusi neraka di negriku, Dari buyutku’masa penjajahan pada kala itu adalah saat-saat menyakitkan, Dimana para rakyat pribumi di paksa menjadi budak di negeri sendiri, mendapat perlakuan tak adil dari para compeni compeni tak punya hati
Banyak darah yang tertumpah, aku kehilangan teman, sahabat bahkan keluarga ku sendiri

Hanya karna keserakahan tak sedetikpun koloni membiarkan rakyat indonesia aman,
Kini, puing-puing kenangan itu masih menjadi sejarah pilu
Rempah-rempah buyutku mereka rampas tanpa belas kasih
Seperti pilar-pilar yang kokoh para jawara indonesia menegakkan pandangan nya,

Mata yang remang,kaki yang lelah, nafas yang terengah-engah darah yang berlumur di sekujur tubuh bahkan bukan penghalang untuk para PAHLAWAN INDONESIA

Suara dentuman dan dentuman bak laksana petir yang menyambar, tak ada bahagia dari bocah pribumi

Semua berlari, semua bersembunyi
Semangat yang membara membawa indonesia merdeka
Namun sekarang kegelapan penuh keheningan tlah berganti menjadi cerah nan gemilang


Lalu tugas kita adalah menjaga bumi pertiwi,
Terimakasih untuk para pahlawan tanpa tanda jasa, perjuangan demi perjuangan akan terukir selalu untuk kami para pemuda/i

MAJU TERUS INDOSEIAKU
BANGKIT NEGERIKU
MERDEKA BANGSAKU
NKRI HARGA MATI
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
---
Judul Puisi :Karena Jasamu
Cipta : Yogi rachman
73 tahun lalu,
Tepat dimana hari yang ditunggu
73 tahun lalu,
Air mata bahagia membasahimu
Aku tak ingin berperang
Kita juga tak ingin mengulang

Sudah lama kau pergi
Sembari selesai mengkhianati kami
Hai orang-orang pribumi
sungguh kuat kau menjalani ini

Hai para pemuda !
Tunjukanlah kekuatan-kekuatanmu
Cabut akar berduri dari bumi ini

Hai para petua !
Tunjukanlah perilaku bijaksana
Untuk mengubah jiwa-jiwa yg lemah
Untuk mengubah jiwa-jiwa yg pasrah
Serta mengubah bangsa yg lebih terarah

Ibu pertiwi bangga akan mu
Usaha tak sia-sia untuk bersatu
Mari kita jaga nusantara
Untuk persatuan kita sekarang, esok dan lusa
Tujuhpuluh tiga
Disiplin dan berbudaya
Satu semboyan untuk indonesia
Merdeka... Merdeka... Merdeka..!!!
---
Judul Puisi :Kakek IndonesiaKu
Cipta : M. PADRI IRWANDI

Tujuh puluh tiga tahun ya!

Wow! Umur yang begitu tua
Boleh aku memanggilmu kakek?
Kek! Umurku masi delapan belas jauh dari umur mu

Aku tak meraskan perjalanan panjang yang kau jalani
Yang ku tahu ceritamu begitu hebat di buku sejarah ku
Aku juga tidak ada disaat kau duka
Aku hanya datang dikala kau suka

Kakek ku!
Tujuh puluh tiga tahun umur mu
Perjalanan yang panjang......
Hingga ku hadir disaat kau tenang

Pilu mu kek!
Sakit mu kek!
Sedih mu kek!
Terlihat di dalam warna merah mu

Ketulusan mu
Kejujuran mu
Dan kebaikan mu
Tergambar indah diwarna putih mu

17 Agustus 2018
Dua warnamu melambai indah
Di birunya langit ini kek!
Bertabur sorak-sorai namu mu kek “ Indonesia merdeka”

Hai kek!, ultahmu begitu istimewa
Orang-orang merayakannya
Beragam-ragam macam nya
Ada yang menyanyi
Sampai membuat puisi di intip pagi

Di halaman ini ada kata yang ku buat dari hati
Hanya kumpulan kata yang datangnya dari sanubari
Tidak luar biasa, karena aku penyair kelas teri
Tapi tulisan ku mewakili diri ku setiap hari

Terimakasih kakek ku
Terimakasih tujuh puluh tiga tahun yang berarti
Layaklah kau dijunjung
Dan kau dihargai
----
Judul Puisi :Penderitaan Kain Kemerdekaan
Cipta : Fitriyah Hesti
 

Balut gelapnya malam kami waspada
Terangnya sinar sang surya kami dijajah
Seperti tengkorak berjalan menyusuri hidup penuh derita
Hinaan kejam, Perlakuan kasar jadi makanan kami

Kami punya mulut hanya bias membisu
Tak bias tertawa hanya bisa mendengar tawa
Kuat kami sudah terkuras
HABIS dimakan pecutan penjajah

Kata MERDEKA di otak kami, Hilang!
Dicuci bersih oleh bangsa asing
Jangan tanyakan tekat dan hati kami
Kain merdeka, Masih tersimpan rapi disana

Ingin rasa kibarkan beliau
Jauh di langit bila perlu di histori Dunia
Lihat ! Tiap guratan beliau
Guratan yang ingin distrika angin merdeka

Daku Putra Putri tanah air
Semangat kami mengalir
Hingga tiap tetes darah tumpah
Tiap nyawa melayang tak berdaya
Dan tiap serpihan tulang berserakan
Menyatu bagai badai topan
Bangkit merjang tamu durjana
Menghempas semua kegelisahan
Mengganti pengerbonan rakyat jelata

MERDEKA
TEPAT 17 AGUSTUS 1945
Pohon pun jadi tiang bendera
Baking soda mengembangkan Roti
Kain merdeka mengembangkan haru kami.
---
Judul Puisi :Perjuangan Kemerdekaan
Cipta : Amin Munthe

Bhinneka Tunggal Ika
Persatuan hasrat
Ingin bebas dari perampas

Menegakkan bangsa
Tidak semudah membalikkan
Telapak tangan

Keringat bercucur bersimbah darah
Bukti nyata mendalam ingin bebas
Meski nyawa taruhannya

Pejuang Bhinneka Tunggal Ika
Penyemangat tegak kepala
Dalam mengusir iblis dari bumi pertiwi

73 bukti nyata perjuangan
Merah putih akan berkibar
Gagah perkasa ke langit

Hasil perjuangan akan terlihat
Itulah hari kemerdekaan bangsa Indonesia
Merdeka!!
---
Judul Puisi : BANGKITLAH INDONESIAKU
Cipta : Fachruddin Tanjung

Pada saat ini engkau lagi terpuruk

Engkau lagi terkecam dengan dunia
Masyarakat indonesia merindukan kejayaan
Masyarakat merindukan kesejahteraan
Wahai pemimpin dengar kan lah kelu kesah rakyatmu ini
Ayo bangkitlah indonesiaku

Puluhan tahun indonesia sudah merdeka
Puluhan tahun kita merasakan sakit nya di jajah
Di jajah bangsa bangsa eropa yang penuh dengan kekejaman
Marilah bangkit indonesiaku

Negara ini penuh dengan kegelapan
Yang tak henti hentinya
Negara ini butuh lentera cahaya
Yang bisa menyinari dari kegelapan negara ini

Ayo penerus bangsa
Kobar kan semangat juang mu
Dan bangkitlah anak anak bangsa
Dengan penuh jiwa pejuang yang tinggi
Kobar kan merah putih
bangkitlah indonesiaku
---
Judul Puisi :Jejak Bumi Pertiwi
Cipta : YUDA JUNAEDI KURNIAWAN

Rintihan tangis menjalar pada tiap insan
Mengeluh kesahkan derita anak bangsa generasi muda
Perih yang merasuk pada tubuhnya kerap menggerogoti
Kini... telah mendarah daging
Tak terlihat sedikitpun secercah harapan

Dunia memang sudah tak adil
Sayatan pisau membekas luka sekujur tubuh
Perih pedih yang terasa
Kelabu memang
Berkata putih tapi tak putih
Berkata hitam tapi tak hitam

Tak jelas kemana arus membawa bahtera bangsa ini
Terombang ambing tanpa arah tanpa tujuan
Langkah pijakan kini ku jumpai dedurian
Semakin jauh, semakin jauh, menjauhi arah kepedihan

Pergolakan, pertempuran, pemberontakan
Mata ini lah menjadi saksi bisu
Saksi beribu kebiadapan penjajah
Tak bisa berkata bahkan mengadu
Tersiksa, terasingkan, terhinakan

Pupus sudah bunga bangsa tanpa jasa
Hangus lebur meninggalkan bekas
Gelora perjuangan
Tanpa batas menembus angkasa berawan
Gugur sudah asa asa penjajah
---

Judul Puisi : Candra ke-73 hendak bertamu di NKRI
Cipta : Dinda ( I GUSTI)

Candra ke-73 hendak bertamu di NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia
Riak kemerdekaan bergaung ulung
Menjagal derawa dari seorang asing
Yang datang bagai nyawa

Menderuji memeruk kejam
Lalu hengkang tanpa sepah sekalipun
Kala berjalan tak sedetik pun terlupa
Tuan masih abadi dalam sebuah nama

Kenangan bambu runcing akan terus melenggang

Dan membuatnya merdeka
Pangsa akan tetap dipertahankan
Kepada tuan yang telah gugur
Restui kami bertemu candra
Ke-73 dan seterusnya

Judul Puisi : Indonesia Merdeka
Cipta : Wahiddah Andayani
Indonesiaku, bangsa dan negeriku.Dahulu hanya seuntaian tanah yang gersang,
Begitu banyak pengorbanan yang telah engkau berikan kepadaku.
Begitu banyak puing-puing luka yang tertanam dalam negeri ini…..

Indonesiaku, bangsa dan negeriku.
Kini kau telah menjadi negeri yang seutuhnya
TUJUH PULUH TIGA TAHUN kami sudah MEDEKA…!!!
Kau tak pernah lelah , kau tak pernah letih
Sungguh jiwamu telah tertanam dalam negeriku ini…..

Indonesiaku, bangsa dan negeriku.
Aku hanyalah seorang pemuda/i yang hidup dengan segala kecukupan
Aku hidup hidup di tanah air tercinta
TANAH AIR INDONESIA…!!!!

Indonesiaku, bangsa dan negeriku.
Sudah banyak pahlawan yang gugur di medan PERANG!!!
Namun kobaran api, kobaran semangat yang ditunjukkan oleh pejuang
Membuatku sadar, membuatku pilu,membuatku menangis
Akan kenangan masa silam dahulu di negeri yang damai ini….

Judul Puisi : Klandestin Kolonialisme
Cipta : Agrena Martin

Fajar mengintip, memberi bekas pada ufuk yang memerah
Rona eunia, terkuak dibalik hangatnya cakrawala,
Pemberi wartagerangan pada mentari 17 Agustus
Sedepa demi sedepa,
Sehentak demi sehentak,
Tungkai tubuh ini melaju tanpa ragu
Seirama dengan kalbu,
Yang terus menderu
Penuh semangat menggebu

Sukma dan ragaku,
Ada bersamamu....
Kuantarkan kau menuju puncak tonggak kemenangan
Pada moment Proklamasi Kemerdekaan
Merah Putih!!
Kau dibuat dengan sentuhan cinta ibu negara
Disatukan dengan tulus jiwa, setulus kasih bunda
Diiringi lagu kebangsaan dalam mengibarkannya

Ohh Sang Saka .....
Nikmatilah hembusan angin yang membuatmu semakin berkibar
Tataplah angkasa raya yang terpaku melihatmu
Terimalah hujan yang membuatmu tegar
Tersenyumlah tatkala bianglala menyapa
Dan sambutlah mentari meski membakar raga
Aku tahu kau begitu kuat, sekuat Indonesia 73 tahun silam

INDONESIA...
Agung nian namamu dalam bisikan bangsa ini,
Mengukir pena sejarah Proklamasi Kemerdekaan,
Memberi lentera di lorong waktu abad yang berbeda,

INDONESIA...
Kau begitu sangat kaya, makmur, dan indah
17.504 pulau membentang dari Sabang sampai Merauke
Dari Miangas hingga Pulau Rote
Beribu ribu budaya suku bangsa
Penuh sentuhan tata krama
Bermacam-macam bahasa daerah
Beraneka ragam flora fauna penuh pesona warna
Bersatu menjadi satu kesatuan yang disebut Nusantara,
Berjani dalam ikrar Sumpah Pemuda,
Dengan lambang burung garuda,
Dan semboyan Bhineka Tunggal Ika

Wahai Nusantara,.....
Tidaklah bodoh bangsa asing sangat menginginkamu
Tidaklah dusta jika mancanegara merebutkan kekayaanmu
Tidaklah munafik pabila wisatawan luar iri terhadap keelokanmu
Kau menggenggam lautan rempah-rempah
Kau punya sejuta kekayaan alam
Hingga dipuja sebagai paru-paru dunia
Kau adalah Zamrud Kathulistiwa
Negeri kaya ibu pertiwi

Kolonilisme ,,,,,,,,
Imperialisme,....
Dan nepotiatisme,......
Menghantui negara ini 73 tahun silam
Berabad-abad hidup dalam bayang-bayang kebebasan
Penuh suara gamang meriam,
Namun semua itu
Ditebus dengan semangat juang pahlawan
Diwarnai tetesan darah, peluh keringat dan bulir air mata,
Terbayarkan sudah dihari pembacaan Proklamasi Kemerdekaan 1945

Dirgahayu Tanah airku,
Dirgayahu Republik Indonesia.
MERDEKA !