Intip Pagi - Mengenal Sosok Harun Yahya - Sosok yang akan dibahas ini adalah sosok seorang penulis dan kreasionis islam, bernama Harun Yahya.

Mengenal Sosok Harun Yahya - penentang teori evolusi Darwinisme
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Adnan_oktar_03.jpg
Penulis dan kreasionis islam ini memiliki nama asli Adnan Oktar, yang merupakan seorang penentang teori evolusi, Darwinisme. Harun Yahya menentang teori evolusi, Darwinisme, dikarenakan beliau menganggapnya sebagai sumber terorisme.

Mengenal Sosok Harun Yahya

Adnan Oktar lahir pada tahun 1956 di Ankara, Turki. Nama "Harun Yahya" itu sendiri diambil dari nama Nabi Harun dan Yahya (Adnan Hoca). Adnan Oktar tinggal di Ankara, Turki hingga lulus SMA. Di sana beliau mempelajari
karya-karya Said Nursi.

Said Nursi = seorang cendekiawan Muslim Kurdi yang
menulis Risale-i Nur sebuah ulasan Qur'ani yang meliputi ideologi
keagamaan dan politik yang komprehensif.


Pada tahun 1979, Adnan Oktar pergi ke Istanbul dan memasuki Universitas Mimar Sinan. Masa tersebut ditandai dengan kekejaman dan represi di Turki berujung pada pendirian junta militer menyusul kudeta September 1980.


 kudeta = perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa


Puluhan tahun yg berlalu kini Adnan Oktar menjalankan dua organisasi yaitu Bilim Arastırma Vakfı dan Milli Degerleri Koruma Vakfı, di dalam organisasi tersebut beliau merupakan Presiden Kehormatan.


Bilim Arastırma Vakfı atau disingkat dengan BAV ini didirikan dengan tujuan mempromosikan kreasionisme, serta Milli Degerleri Koruma Vakfı ("Yayasan Perlindungan Nilai Nasional", didirikan pada tahun 1995) yang bertujuan mempromosikan nasionalisme Turki.

Kreasionisme = kepercayaan bahwa manusia, kehidupan, bumi, dan seluruh jagad raya mempunyai asal-usul secara ajaib yang dihasilkan oleh campur tangan adikodrati suatu keberadaan yang maha tinggi yang umumnya disebut Tuhan.
Soykırım Yalanı

Adnan Oktar menganut kreasionisme Bumi lama, yang dimana beliau adalah seorang anti-Zionis dan
anti-Mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait.


Dalam dua dekade terakhir, Adnan Oktar banyak terlibat dalam sejumlah kasus hukum, baik sebagai terdakwa maupun penggugat.



Meskipun ia menolak tuduhan anti-Semit, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme.


Beliau juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust, berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı yang artinya "Kebohongan Holocaust".



Namun belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007) ia menyangkal telah menulis buku ini.