Kesehatan,  Dampak Ngomel Bagi Kejiwaan Anak - Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan,  bahwa "yang namanya seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya, dan ia akan ditanya atas kepemimpinannya, dan yang namanya seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan juga anaknya, maka ia akan ditanya tentang mereka.

Intippagi lovers,,, Anak memang merupakan anugerah dan amanah paling indah yang dititipkan oleh Allah SWT. Bagi  seorang ibu atau ayah sama sama memiliki peran penting dalam mengurus persoalan anak.

Bahkan ada kalimat yang mengatakan bahwa "banyak anak banyak rezeki"
Namun disamping semua itu fakta membuktikan.

Bahwa peran dari kewajiban seorang ayah dalam rumah tangga ialah mencari nafkah, namun bukan berarti perhatian untuk sang anak ditelantarkan.
Sering bahkan kerap kali kita sebagai orang tua meluapkan sejumlah kekesalan terhadap sang anak, mulai dari menjewer, menghukum, berbicara kasar (ngomel), bahkan sampai ada yang tega memukuli dan menganiaya, Na'udzubillahi min dzalik.

Dampak Ngomel Bagi Kejiwaan Anak
Photo by :pixabay
Seorang Anak memang memiliki kenakalan-kenakalan yang tingkatannya berbeda, misalnya mencuri benda atau barang orang lain, membantah perintah orang tua, tidak disiplin dalam sekolah, membuat rumah berantakan, makan tidak habis, tidak mengerjakan pr, dan lain sebagainya.

Tapi tahukah Anda bahwa kenakalan yang dimiliki sang Anak, bukan serta merta membuat kita wajib dan selalu memarahinya dengan nada kasar, ataupun ngomel-ngomel.
Ada baiknya jika Anda sebagai orang tua, lebih menasehatinya lebih sabar dan sabar lagi. Karena memang disinilah tugas Anda sebagai orang tua.
Jika semakin sering Anda ngomel-ngomel maka jangan kaget apabila sang anak mengalami yang namanya tekanan mental, dan merasa serba salah.
Semakin anak merasa tekanan mental dan batin, maka perilaku anak pun akan menjadi brutal dan tak tentu arah. Sang anak juga akan semakin membangkang apabila kita sebagai orang tua terlalu keras dalam menasehatinya. Dan bahayanya lagi jika menjadikan sang anak sebagai pelampiasan rasa lelah atau beban ditempat kerja.
Semakin stres dan terganggunya mental, maka hal fatal yang akan terjadi adalah sang anak akan tidak merasa betah berada dirumah atau kabur dari rumah.
Agar hal ini terhindar bagi anak-anak Anda, tentunya ada cara yang lebih baik lagi dibanding harus ngomel-ngomel.

Cara yang baik dan benar cobalah merangkul dan menyatu dengan suasana sang anak.
Jadikanlah anak sebagai mana sahabat, sehingga ia tidak merasa terancam.

Dengan seperti ini suasana keluarga lebih terasa harmonis walaupun banyak atau tidaknya bebannya yang Anda hadapi.